PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN LUAS KERAPATAN HUTAN MANGROVE DI NUSA LEMBONGAN, BALI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ALOS

 Oleh :

Firman Setiawan dan Abrella Qisthy

Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kelautan UNPAD

Kampus Jatinangor Km.21 UBR 40600

Email : pmanandthemarine@yahoo.com

ABSTRAK

Hutan mangrove di Bali tersebar di beberapa lokasi pada areal seluas 3067,71 Ha, terdiri dari 2177,5 Ha berada dalam kawasan hutan dan 890,21 Ha di luar kawasan hutan. Tiga lokasi terluas dimana terdapat hutan mangrove adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai (1373,5 Ha), Nusa Lembongan (202 Ha), dan Taman Nasional Bali Barat (602 Ha) (Mangrove Information Center/MIC). Keberadaan hutan mangrove sendiri saat ini mendapat ancaman yang serius seperti tingginya aktifitas konversi lahan mangrove, penebangan liar, pembangunan di kawasan pesisir dan polusi yang berasal dari daratan. Dalam hal ini pemanfaatan teknologi data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk inventarisasi data luas kerapatan hutan mangrove dan memetakannya kerapatannya. Data citra yang digunakan adalah data citra satelit ALOS di Nusa Lembongan, Bali tahun 2009 dengan menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Hasil Penelitian ini masih berupa peta tentatif luas kerapatan hutan mangrove di Nusa Lembongan tahun 2009 dengan 5 klasifikasi ; sangat jarang, jarang, sedang, rapat dan sangat rapat. Pada peta tersebut didominasi oleh kelas kerapatan “rapat” dengan luas 1.103.000 meter2. Tujuan pembuatan makalah ini adalah salah satu metode kajian untuk memetakan kerapatan mangrove di Indonesia sebagai salah satu kawasan konservasi.

Kata Kunci : mangrove, SIG, Alos dan  konservasi.

ABSTRACT

Mangrove forest in Bali spread over several locations in the area of 3067.71 hectares, consisting of 2177.5 hectares are in forest areas and 890.21 hectares outside forest area. The three largest sites where there is a mangrove forest is The Forest Park (Tahura) Ngurah Rai (1373.5 ha), Nusa Lembongan (202 ha), and the West Bali National Park (602 ha) (Mangrove Information Centre / MIC). The existence of mangrove forests currently received serious threats such as high activity of mangrove land conversion, illegal logging, development in coastal areas and pollution coming from the mainland. In this case the use of technology remote sensing and Geographic Information Systems (GIS) is used for inventory data density of the mangrove forest area and density mapping. Image data used is the ALOS satellite image data in Nusa Lembongan, Bali in 2009 using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). The result of research is still a tentative map of area density of mangrove forests in Nusa Lembongan in 2009 with 5 classification; very rare, rare, medium, tight and very tight. On the map is dominated by density class tight” with an area of 1.103 million meter2. Purposes of this paper is one method of study to map the density of mangrove in Indonesia as one of the conservation area.

Key Note : mangrove, SIG, Alos and conservation

DISEMINARKAN PADA “SEMINAR NASIONAL GEOMATIKA 2010”

DATA SELENGKAPNYA PEMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN LUAS KERAPATAN HUTAN MANGROVE DI NUSA LEMBONGAN, BALI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ALOS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s