Inventarisasi Data Luas Kerapatan Hutan Mangrove di Taman Nasional Bali Barat Sebagai Potensi Kawasan Konservasi Laut Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil Dengan Pemanfaatan Teknologi Sistem Informasi Geografis Menggunakan Satelit Alos

Diseminarkan pada Simposium Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 2010

Bogor, IPB Convention Center

Oleh :

Firman Setiawan, Rama Wijaya dan Noir P. Poerba

Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Kelautan UNPAD

Kampus Jatinangor Km.21 UBR 40600

Email : pmanandthemarine@yahoo.com

 Abstrak

Luas hutan mangrove di Indonesia tercatat sebesar 5.209.543,16 ha pada tahun 1982 dan kemudian mengalami penurunan menjadi sekitar 2.496.185 ha pada tahun 1993, (Dahuri, 1996). Sementara itu, keragaman jenis yang dimiliki oleh hutan mangrove di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan total spesies sebanyak 89, terdiri dari 35 spesies tanaman, 9 spesies perdu, 9 spesies liana, 29 spesies epifit, 5 spesies terna dan 2 spesies parasitik, (Nontji, 1993). Keberadaan hutan mangrove di Indonesia saat ini mendapat ancaman yang serius seperti tingginya aktifitas konversi lahan mangrove, penebangan liar, pembangunan di kawasan pesisir dan polusi yang berasal dari daratan.

Pemanfaatan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) telah banyak dilakukan dalam kaitannya dengan kebutuhan pengembangan wilayah pesisir dan lautan. Dalam hal ini pemanfaatan teknologi data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk inventarisasi data luas kerapatan hutan mangrove serta perubahannya sebagai salah satu potensi kawasan konservasi laut. Data citra yang digunakan adalah data citra satelit ALOS di Taman Nasional Bali Barat tahun 2008 dan 2009.

Untuk ekosistem Hutan mangrove di sebagian Taman Nasional Bali Barat pada tahun 2008 didominasi oleh klasifikasi kerapatan “sedang”. Sedangkan pada tahun 2009 didominasi oleh kerapatan “rapat”. Dalam memprediksi laju perubahan hutan mangrove pada tahun 2008 dan tahun 2009 ini dengan cara 3 analisa yaitu dengan perkembangan digital numbernya yang menunjukan nilai minimalnya berubah dari 0.003518 menjadi 0.004786 dan nilai maksimalnya berubah dari 0.48503 menjadi 0.559322, perkembangan luasan area hutan mangrove itu meningkat dari tahun 2008 ke 2009 yang luasnya 2,885,400 Meters² menjadi 3,083,800 Meters² dan perkembangan wilayahnya ada perubahan, yaitu peningkatan pertumbuhan. Tujuan pembuatan makalah ini adalah salah satu metode kajian untuk memetakan kerapatan mangrove di Indonesia sebagai salah satu kawasan konservasi.

Kata Kunci : mangrove, SIG, Alos dan  konservasi.

Bidang Kajian : IPTEK dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi pesisir dan laut (2)

Data selengkapnya DOWNLOAD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s