THIS IS BANDUNG

Kota ini di sebelah Barat Pulau Jawa yang ada di Indonesia, kota yang berada di antara gunung-gunung yang mengelilinginya seperti cekungan danau, kota yang dulu terkenal dengan dinginnya, kota dengan segala pesona fashion (Paris Van Java) kalau ceuk urang sunda mah Parisna Pulau Jawa, wisata, kuliner sampai sekarang terkenal macetnya juga seperti Kota tetangge tuh. Ini Kota Bandung Bung ! Kota dimana Bung Karno menuntut Ilmu, Kota yang terkenal dengan Lautan api bukan lautan asmara (mungkin ga ya?!)hehe, kota dimana lahirnya perjuangan Asia dan Afrika yakni Konferensi Asia Afrika, kota yang dikenal gedung satenya (bukan gedung tukang sate lho !), kota dengan karakteristik masyarakat yang sangat ramah terkenal dengan logat sundanya yang khas dan kota dimana anak-anak penerus bangsa dilahirkan sebagai bibit unggul termasuk juga saya.:)

Sejarahnya Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.

Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau. Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sangkyang Tikoro.

Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk pemukiman. (Wikipedia.com, 2009)

 Kota ini yang memberi pijakan, air, tanah untuk kehidupan ini dari mulai saya brojol gitu dari rahimnya mamah tercinta, dari bayi yang taunya cuma asi, susu, bubur, dari Balita yang taunya makan disuapin sampai pupi dicebokin, dari anak kecil yang taunya maen minta uang untuk jajan, dari anak yang mulai belajar menghitung, membaca dan menulis serta bermimpi, dari anak  yang ingin belajar yang tidak tau menjadi tau, dari anak yang mulai mendewasakan diri yang mencari mana yang bener mana yang salah, dari anak yang mencari jati dirinya, karakternya, masa depannya dan sekarang anak yang ingin mencapai mimpi-mimpinya dari kecil, ingin membahagiakan dan membanggakan orang tuanya, orang-orang yang disayanginya serta orang-orang yang selalu memberinya motivasi, inspirasi dan inovasi selama hidup. Kota ini lah yang tiada henti selalu menjadi bagian hidup ini tiap detik, menit, jam, hari dari mulai tampak matahari sampai terbenamnya, bulan dari januari sampai Desember untuk Masehi atau dari Muharam sampai Dzulhijah untuk tahun Hijriahnya, sampai bertahun-tahun.

Ingatlah kawan kota ini kota dimana kita dapat saling mengenal, kita dapat saling bercerita, kita dapat saling tersenyum, kita dapat saling tertawa, kita dapat beradu argumen, mencari dapat masalah, menyelesaikan masalah, kita dapat menjadi nakal, kita dapat menjadi soleh, kita dapat berangan-angan, bermimpi dan selalu ingin mencapai cita-cita. Disinilah di Bandung tempat yang asik untuk jalan-jalan sampai lari baik pagi mapun malam. Sabuga, Tegalega, Gazeebo dan sekarang ada Car Free day di jalan Dago untuk terbagun waktu pagi hari. Untuk malam hari pun ada gedung sate, kuliner dimana-mana, nongkrong di daerah Dago atas atau pun warung kopi penggir jalan sampai tukang nasi goring daeraj Riau pun mantap jadi tempat tongkrongan sampai Subuh ..yaa ini sih buat yang suka nongkrong sampai ga pulang ke rumah biasa anak-anak Ababil yang kerjanya senang-senang walau ga punya duit.hehe

Eh jangan salah juga banyak tempat yang cocok untuk wisata belanja-belanja murah wisatawan local/asing lho di Kota ini tak lepas dari Blak Market (BM) contohnya outlet-outlet di Jalan Riau, Cihampelas, sepatu dan tas Cibaduyut, pabrik tahu Sumedang sampai tahu Cibuntu, Cimol Gedebage dan sampai pabrik kemacetan belanja di Kopo.hahaha…oia wisata apa lagi ya yang ada di Bandung?ada si wisata sejarah dari museum asia afrika yang jadi tempat photo-photo dihalamannya, museum Sri Baduga, museum yang abis belokan daerah arah jalan Merdeka (Lupa hehe)tapi kalau di Kota mah gitu-gtu aja kebanyakan dan seringnya mah kalau ga belanja ya makan ya nongkrong ya buang angin dan air kecil besar alias BAKB. Sekarang mah nyeritain tempat wisata yang sering dikunjungin kalau kalau ke Kota dan sedikit memasuki Kabupatennya, da kebanyakan wisata di Bandung terletak di Kabupatennya yaitu Lembang dengan Tangkuban Perahu, Curug, Bukit Tunggul, Ciater dan kebun tehnya. Terus Ciwidey ada kebun strawberi petik sendiri, kebun teh juga petik kalau mau, Situ patenggang dengan pulau cintanya, air panas Cimanggu, Ciwalini, Bumi Perkemahan Ranca upas dkk sedangkan menuju sedikit ke arah Baratnya ada Pangalengan yang terkenal susu KPBS dan caramelnya, disana juga ada pemandian air panas dan pemandangan daerah pegunungan yang menggairahkan mata. Mungkin masih banyak lagi tempat-tempat di daerah Kabupaten Bandung yang sudah terkenal maupun yang belum terjamah sama sekali yang pasti Allah SWT telah memberikan anugerahnya atas keindahan dan kemolekan Kota dan Kabupaten Bandung yang berada dikelilingi pegunungan, bukit-bukit dengan kehijauan vegetasinya yang menyejukan. Yaa Kalaupun orang-orang bisa santai dan tenang melihat lautan dengan kejaran ombak-ombaknya dan ketenagan air laut dengan sejuta pesona tapi tak hebatnya pegunungan, bukit dan kaki gunung yang memberikan kesejukan yang mendalam yang memanjakan mata berada disekelilingnya. Sudah seharusnya kita mencintai alam ini. Ingat lho apa yang kita kerjakan terhadap alam baik ataupun buruk, alam pun akan membalasnya.

Ini lah yang saya tau, yang saya alami, yang saya hidupi, disini lah ! bukan sekedar tulisan yang acak-acakan namun sebagai curahan cerita kawan betapa kota ini telah menjadi bagian dari hidup sekaligus mengingatkan dan mengajak baik kawan-kawan yang sudah mengenal Bandung maupun yang belum. Ayoo datang ke Bandung, insya Allah kawan akan merindukannya. Jangan lupa beli oleh-oleh khasnya dan makanan kuliner dijamin cukup dengan kantong dan terkahir Semoga kita dapat saling mengenal yaa…

Salam dari hati yang merindu,

Firman Setiawan

pmanandthemarine@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s